0

Oleh: Sri Indah Rinawati, S.Pd.*

Seringkali, saat kita sedang mendapat masalah rasanya kita ingin pulang ke rumah, bertemu kedua orang tua kita. Bahkan ketika kita sudah menikah dan punya anak pun, saat ada masalah kita masih tetap ingin pulang ke rumah. Memang rasanya tenang sekali bisa pulang ke rumah, berkumpul bersama keluarga kita. Keluarga selalu menjadi tempat ternyaman bagi kita. Sejauh apapun kita pergi, seindah apapun tempat yang kita kunjungi, keluarga tetap menjadi tempat kita kembali.

Sri Indah Rinawati, S.Pd.

Begitu juga dengan anak-anak, bagi mereka orang tua dan keluarga adalah tempat ternyamannya. Disini mereka bisa mendapat pelukan, ciuman, kenyamanan, ketenangan, cinta dan kasih sayang.

Kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Kita sibuk mengumpulkan pundi-pundi uang untuk kita sendiri. Kita terlalu sibuk menghabiskan waktu bersama teman dan sahabat. Kita terlalu sibuk mencari apa itu kebahagiaan dan cinta, hingga tak jarang kita mengabaikan keluarga kita sendiri.

Keluarga bisa memberi kita sesuatu yang tak bisa kita peroleh dari orang lain, atau bahkan dibeli dengan banyaknya uang yang kita miliki.

1. Siapa Lagi yang Bisa Menerima Kita Apa Adanya

Saat pertama kali kita mampu untuk melihat dan menangis, hingga kita sudah berbekal ilmu seperti sekarang ini, semua itu adalah berkat keluarga. Keluarga nmerupakan orang-orang yang selalu menenangkan kita saat sedang menangis, yang membanting tulang mencari rezeki untuk sekolah dan makan kita, dan yang tidak terima ketika kita direndahkan orang lain. Siapa pun kita, mau jadi apa kita, mereka tak akan pernah berhenti menerima kita apa adanya. Cinta yang mereka tanam bukanlah cinta yang seumur jagung, melainkan yang sudah terpupuk selama berpuluh-puluh tahun.

2. Rasa Aman dari Hingar-Bingar Dunia yang Terus Bergolak

Dunia akan terus berubah dan bergejolak. Saling sikut sana-sini mencoba memenangkan pengakuan dan penghargaan. Ada kalanya kita takut, lemah, dan ingin menyerah. Lalu, siapakah orang yang akan selalu ada bersama kita saat menang maupun kalah? Itulah keluarga. Keluarga selalu peduli dengan kita. Ketika kamu takut dengan dunia, hanya keluarga yang bisa membuat kita merasa nyaman.

3. Obat Mujarab Baik Ketika Sedih

Memang terkadang kita bisa curhat kepada sahabat, guru, pasangan, psikolog, dan sebagainya. Namun terkadang, keluarga menjadi pihak pertama yang selalu kita tuju. Apalagi kalau kita hendak memutuskan sesuatu yang vital dalam hidup. Misalnya, konsultasi tentang sekolah, pasangan, atau pekerjaan. Mereka sebisa mungkin memberi opini yang terbaik, yang efek positifnya lebih besar ketimbang negatifnya. Keluarga adalah obat yang tak bisa dibeli dengan uang. Mereka mampu mengobatimu disaat sedang sedih.

4. Tempat Terbaik untuk Merayakan Kebahagiaan

Ada momen di mana kita bisa tersenyum puas dan bangga, entah ketika lulus sekolah, mampu beli gawai baru, bisa membangun rumah di usia muda, mendapat posisi kerja yang tinggi, gaji naik, dan sebagainya. Tapi, tak semua orang bisa ikut bahagia. Ada yang iri, cemburu, dan bahkan benci. Mereka menjalankan misi agar pencapaian kita tercoreng atau bahkan terebut. Berbeda dengan keluarga, mereka akan selalu ikut merasakan kebahagiaan kita. Mereka bahkan terus mendoakan yang terbaik.

5. Keluarga Adalah Cinta yang Paling Sejati di Dunia ini

Keluarga tak pernah memandang kita hanya dari segi fisik, bahkan materi yang kita miliki. Mereka selalu bisa memberimu semangat, kapan pun kamu butuhkan. Cinta yang mereka tanam, terus terpupuk hingga waktu dan ruang memisahkan. Keluarga adalah orang-orang yang paling bahagia memilikimu, apa adanya.

Keluarga adalah tempat terbaik untuk menghabiskan waktu. Rumah adalah tempat terbaik untuk pulang. Semua orang menginginkan, saat lahir, disambut di dunia ini dengan disaksikan keluarga dekat; lantas tumbuh besar juga dengan disaksikan keluarga dekat; dan saat pergi selama-lamanya dengan disaksikan keluarga dekat.

Jika saat ini kita tidak beruntung memiliki keluarga, rumah tersebut. Maka mari menatap masa depan. Mulailah bangun keluarga dari keping2 kebaikan yang tersisa. Mulailah dirikan rumah dari puing-puing kebahagiaan yang terkenang. Agar anak-anak kita, cucu-cucu kita, memiliki keluarga, rumah terbaik. (Kepala KBIT Al Uswah Tuban)


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah CentreWhatsApp
Dsu Al UswahWhatsApp