0

Oleh: Juwita Kridha Wicaksini, S.S.*

Saya menulis ini setelah membaca sebuah artikel di majalah Laznas. Terinspirasi dari tulisan tersebut, saya pun memahami bahwa, ternyata mudah juga ya menjadi orang paling kaya, yang sesuai dengan nasehat Nabi.

Rasulullah pernah menyampaikan: Siapakah yang mau mengambil dariku beberapa kalimat, kemudian dia mengamalkannya atau mengajarkannya kepada orang yang mau mengamalkannya?”.

Seorang sahabat beliau dalam majelis tersebut, Abu Hurairah menjawab, “Ana Yaa Rasulullah”. Lalu Abu Hurairah pun mendengarkan perkataan Nabi selanjutnya, “Terimalah dengan rida apa yang Allah tetapkan untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya”.

Nah, mengetahui definisi kaya menurut Nabi ini, beda ya dengan pengertian ‘kaya’ pada umumnya. Bukan semata tentang harta dan benda. Tapi, lebih kepada penerimaan atas apa yang ditakdirkan Allah atas hidup kita. Sebenarnya mudah menyikapinya, bahwa apa yang menjadi takdir kita, tidak akan pernah melewati kita. Dan apa yang bukan takdir kita, tidak akan pernah menjadi milik kita.

Takdir Allah itu banyak ya. Bisa terkait dengan rizki dan kesempatan. Katakanlah bahwa umur, kesehatan, dan waktu adalah bentuk-bentuk rizki dan kesempatan yang Allah berikan pada setiap hambaNya. Juga takdir berupa ketetapan atas diri seseorang : miskin dan kaya, sakit dan sehat, untung dan rugi. Semua terminologi tersebut sifatnya bergilir pada tiap manusia, datangnya silih berganti.

Inilah yang harus bisa kita pahami, bahwa sebenarnya akan sangat logis jika kita diminta oleh ridha terhadap semua ketentuan Allah, jika ingin menjadi kaya, dalam hal ini kaya hati. Erat kaitannya dengan rasa syukur juga kan?

Orang yang bersyukur justru akan ditambah-tambah nikmatnya oleh Allah SWT, tidak akan fakir dari nikmatNya. Sungguh indah gambaran dari nasehat Rasulullah di atas. Orang yang ridha, menerima takdir Allah dengan rasa syukur, tidak akan merasa kekurangan. Dia akan merasa cukup dengan urusan yang diatur oleh Allah. Hanya Allah sebaik-baik Penentu dan tempat untuk bersandar (memohon dan meminta pertolongan).

Mau kaya sepanjang umur? Lakukan. Rida, rida dan rida. Insyaallah mudah, tidak sulit. Yang sulit adalah pikiran kita yang tidak mau menjadikannya mudah. Mudah untuk dilaksanakan. Wallahu’alam bisshowab. *Kepala Bidang Amal dan Usaha Al Uswah Tuban


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah CentreWhatsApp
Dsu Al UswahWhatsApp