0

Zakiyyah Fi Rahmatillah santriwati kelas XI IPS SMAIT Al Uswah Tuban telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Al-Quran terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, dan 77.845 kata telah usai Rahma hafalkan dengan lancar. Remaja asli Tuban ini mengawali menghafal kalamullah sejak kelas 3 MI Hidayatun Najah (Hijah) usia 9 tahun. Sudah talaki sejak kecil. Saat lulus dari MI Hijah, Rahma sudah punya hafalan 4 juz (juz 30, 29, 1, dan 2).

Usai lulus MI, Rahma meneruskan ke SMP Khairunnas di Tuban di kelas 7 ia tuntas 4 juz (juz 3-6). Di kelas 8 ia ikut program akselerasi selama setahun sehingga hafalannya bertambah hingga total 25 juz. Di tahun ketiga di SMP, ia fokus menyelesaikan ujian di sekolah. Hari-harinya berhias Al-Qur’an. Murojaah terus menerus untuk penguatan hafalan.

Berlanjut setelah lulus SMP, Rahma melanjutkan pendidikan di SMA Pondok Pesantren Darul Qur’an Al Anwar II Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Di Sarang Rahma menambah hafalan 2 juz selama kurang lebih 5 bulan. Di sini ia mengikuti program ekstra tiga kali per minggu dengan durasi 3 jam per pertemuan.

Tak lama di Rembang, Rahma melanjutkan di SMAIT Al Uswah Tuban Islamic Boarding School di kelas 10 akhir semester ganjil. Rahma terus semangat menuntaskan hafalannya hingga selesai. Di SMAIT Al Uswah ia fokus menghafal dan berprestasi akademik. Di sini ia tuntas 3 juz yang menjadikannya hafizah 30 juz. Rahma selesai sebelum Ramadan 1442 H. Perjuangan yang tiada henti akhirnya terwujud di SMAIT Al Uswah Tuban sebagai generasi penghafal Qur’an.

Flyer (Sumber: MC/2021)
Flyer (Sumber: MC/2021)

Rata-rata setiap hari Rahma murojaah 3 juz. Diulang-ulang hafalannya agar semakin kuat. Lalu bagaimana biar tetap ingat? Jaga kuat komitmen menghafal, ingat perjuangan dan terus murojaah.

Rahma bercerita bahwa peran orangtua dan guru sangatlah besar dalam capaiannya. Abi (ayah, red) bilang ke saya, bahwa tidak butuh prestasi raport yang bagus. Abi yang paling suka ketika saya hafiz Qur’an, kata Rahma.

Motivasinya berlipat ketika umi-nya Rahma ketika di rumah sering murojaah Qur’an. Melihat orang tuanya yang setiap harinya dekat Al-Qur’an, Rahma termotivasi. Rahma tergerak untuk bisa seperti umi-nya. Umi dan abi sering memberikan teladan bagi putri-putrinya.

Saat lulus SMAIT Al Uswah nanti, ia ingin melanjutkan ke IIQ Jakarta. Kuliah tafsir Al-Qur’an untuk lebih belajar dengan kalamullah. Ini menjadi cita-cita dirinya dan orang tuanya.

Rahma berbagi tips, bahwa menghafal itu ada titik mudah dan sulitnya. Terus istiqamah berjuang hingga tuntas. Tilawah/murojaah yang rajin. Kalua niat hafiz 30 juz jangan nanggung. Bahwa kedudukan hafiz itu mulia di akhirat kelak. Insyallah. Rahma berterima kasih kepada kedua orang tuanya, ustaz-ustazah, dan teman-temannya yang telah mendukungnya hingga selesai 30 juz.

Ustaz Arif Suyuti Koordinator Al-Qur’an SMAIT Al Uswah Tuban menilai ananda Rahma ini mempunyai kelebihan daripada teman-temannya. Ia lebih baik dari segi huruf, kelancaran membaca dan menghafal. Ada bakat dari kecil. Terus ditingkatkan ke depannya.

Kepala SMAIT Al Uswah Tuban, ananda Rahma anaknya baik dan rajin. Atas capaian prestasi, yang diraih tidak lepas dari kegigihan ananda sendiri, dukungan orang tua, dan juga bimbingan ustaz dan ustazahnya.

Ustaz Masruhin berharapa semoga prestasi hafalan yang dicapai ananda Rahma menjadi inspirasi bagi siswa yang lain. Dan, untuk ananda, semoga dapat menjaga hafalannya dengan baik dan menjadi keberkahan untuknya serta orang tua, terang penulis buku Mengetuk Pintu-Pintu Keberkahan ini.

Flyer (Sumber: MC/2021)
Flyer (Sumber: MC/2021)

Ananda Rahma ini selain hafiz juga berprestasi di bidang akademik. Rahma meraih juara 1 tingkat kabupaten/kota di kompetisi Bahasa Arab Nasional (KOMBANAS) secara virtual ke-4 tahun 2021. Diselenggarakan oleh Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia tahun 2021.

 


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah CentreWhatsApp
Dsu Al UswahWhatsApp