0

Olimpiade Sains Nasional (Olnas) diadakan untuk mengukur kemampuan peserta,guru dan siswa dalam bentuk kompetisi. Peserta bersaing secara sehat dan terbuka menjadi yang terbaik di masing-masing bidang yang diikuti. Event ini kerap kali diadakan untuk peningkatan mutu pendidikan di tanah air.

Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat selanjutnya.

Olnas sering diadakan oleh pemerintah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, persatuan organisasi profesi tertentu hingga suatu instansi/lembaga terkait. Semua mempunyai tujuan yang baik untuk pendidikan di Indonesia. Memunculkan sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju.

Flyer resmi dari penyelenggara (Sumber: Panitia/2020)
Flyer resmi dari penyelenggara (Sumber: Panitia/2020)

Ustazah Novita Ardyanti menjelaskan, dalam Olnas ini yang mengadakan perkumpulan dosen. Adapun pengerjan soal-soalnya online. Semua dikerjakan secara profesional. Sertifikat dan piala dikirim liwat ekpedisi. Pemenang mendapatkan uang pembinaan. Persiapannya liwat pembelajaran di rumah. Latihan-latihan soal di internet. Saat ditemui tim Media Center Al Uswah.

Karena masih pandemi, jadi membimbingnya anak-anak di SMAIT Al Uswah Tuban liwat online. Dalam kompetisi ini hanya sekali babak langsung peringkatan untuk ditentukan pemenangnya. Pesertanya ada mapel bahasa inggris, IPA, IPS dan matematika. Untuk kategori guru/umum.

Biasanya saya mengikutkan lomba anak-anak didik sebagai pembina. Namun, di kompetisi ini mencoba ikut pertama kali langsung menang. Alhamdulillah mendapat perunggu. Tidak nyangka bisa menang. Saya agak kaget pas diumumkan sebagai pemenang.

Rekap nilai Olnas (Foto: Humas/2020)
Rekap nilai Olnas (Foto: Humas/2020)

Ustazah Dyan selain mengikuti lomba Olnas, di tanggal 17 september 2020 akan diumumkan lomba vlog oleh kemendikbud pusat. Ustazah Novita dan Rizka siswa SMAIT Al Uswah Tuban mengikuti lomba tersebut. Adapun penilaian berdasarkan di Olnas sesuai nilai yang sesungguhnya. Terang ibu satu anak ini.

Guru yang masuk di SMAIT tahun 2016 ini diamanahi sebagai guru mata pelajaran (mapel) kimia dan ekonomi. Beliau merupakan lulusan Program Studi Kimia di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebelum di SMAIT Al Uswah Tuban, ia pernah meniti karir di Badan Usaha Milik Negara, BRI. Berdasarkan hal itu, Kepala Sekolah juga memberikan amanah kepada beliau untuk mengampu mapel ekonomi.

Flyer resmi dari LPIT Al Uswah Tuban (Sumber: Admin/2020)
Flyer resmi dari LPIT Al Uswah Tuban (Sumber: Admin/2020)

Ada juga yang membuat rasa bangga dari ustazah Dyan, ketika lulus di Unesa, beliau salah satu lulusan terbaik di Unesa di tahun 2014. Keren.

Perempuan ulusan di SMA di tahun 2010 ini akan terus meningkatkan motivasi dan berprestasi untuk lembaga dan negara. Menjadi bukti pula bahwa guru di SMAIT Al Uswah Tuban mampu bersaing di tingkat nasional.

(Admin)


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *