0

Oleh: Zahara Shovynnatus Salsabella*

Assalamu”alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para pembaca yang di rahmati Allah subhanallah ta”ala. Perlu kita ketahui bahwa kita wajib membenahi diri, kenapa disini wajib? Karena mungkin tanpa kita sadari mulut kita, tangan kita, mata kita, kaki kita di gunakan untuk hal hal yang tidak bermanfaat. Bisa dikatakan seperti bermaksiat, atau menzolimi orang orang disekitar kita. Naudzubillah

Muhasabah atau introspeksi diri adalah salah satu cara evaluasi dan membersihkan diri sendiri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin telah diperbuat. Muhasabah adalah memperhatikan dan merenungkan hal-hal baik dan buruk yang telah dilakukan. Termasuk memperhatikan niat dan tujuan suatu perbuatan yang telah dilakukan, serta menghitung untung dan rugi suatu perbuatan.

Perlu kita ketahui bahwa Allah menyukai orang orang yang sadar akan kesalahannya, karena setiap manusia punya salah. Bayangkan saja kita tidak mungkin sadar seharian penuh mulut kita, tangan kita, dan seluruh anggota badan kita, kita gunakan untuk apa saja  ? Tanpa kita sadari, mungkin ada sebagian orang orang yang merasa dirinya terdzolimi. Bahkan muhasabah atau evaluasi itu penting sekali untung membenahi diri kita, untuk memperbaiki keseharian kita, sikap kita dan yang terpenting adab maupun akhlak.

Setiap orang muslim dituntun untuk senantiasa melakukan muhasabah berdasarkan firman Allah dalam surah Al Hasyr ayat 18 yang berbunyi; “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhan-Nya dan meninggalkan larangan-Nya), dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari Akhirat). Dan (sekali lagi diingatkan) bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat meliputi pengetahuannya akan segala yang kamu kerjakan.” (Qs Al Hasyr:18).

Nah, para pembaca yang di rahmati Allah subhanallah ta’ala, perlu kita ketahui bahwa Muhasabah biasanya dilakukan malam hari sebelum beristirahat, yaitu dengan mengoreksi segala sikap, kelemahan, perbuatan, kesalahan, diri di sepanjang hari tersebut. Hal ini dimaksudkan agar kesalahan tersebut tidak terulang di kemudian hari dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa muhasabah dapat diidentifikasi sebagai salah satu alternatif upaya untuk mengembangkan nilai-nilai akhlak yang baik. Hal ini akan berkaitan juga dengan adanya kemungkinan bagi pengembangan diri dan pengembangan moral.

Ini juga seiring dengan perkataan Imam Al-Ghazali yang mengaitkan muhasabah dan taubat. Keduanya tidak dapat dipisahkan, karena tobat adalah peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan atau sikap diri sendiri yang dilakukan dengan rasa penyesalan.

1. Menjadi Sifat Hamba Allah yang Bertakwa

Orang yang bertakwa adalah mereka yang membawa sebaik-baik bekal untuk akhirat nanti. Namun dalam perjalanannya tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus. Bisa saja orang tersebut merasa Lelah dan lemah, bahkan bosan. Muhasabah akan membantu menghadapi berbagai rintangan yang dihadapi.

Maimun bin Mahran rahimahullah berkata: “Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya.”

2. Hasil dari Muhasabah adalah Taubat

Banyak di antara manusia yang melakukan kemaksiatan, namun Allah SWT masih memberikan nikmat kepadanya. Dia tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah bentuk istidraj atau penangguhan menuju kebinasaan dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS Al-A’raf: 182).

Orang-orang yang memahami ayat ini akan merasa takut atas peringatan Allah SWT, sehingga senantiasa mengintrospeksi diri. Jangan sampai bahwa nikmat yang telah diberikan merupakan bentuk istidraj.

Cara Muhasabah Diri

 Nah, disini saya juga akan memaparkan bagaimana saja cara untuk kita memuhasabah diri atau mengevaluasi diri kita.

1. Tidak Menutup Diri dari Masukan Orang Lain

Terkadang seseorang melakukan kesalahan yang tidak di sadari. Olehkarena itu, memiliki teman yang shalih amat dibutuhkan. Sebab bisa saling mengingatkan agar senantiasa bermuhasabah dan mengevaluasi diri dan menghindari segala larangan Allah SWT.

Dalam suatu riwayat, Imam Bukhari menceritakan usul Umar RA kepada Abu Bakar RA dalam mengumpulkan Alquran. Saat itu, Abu Bakar menolak usul itu, tapi Umar terus mendesak dan mengatakan bahwa itu adalah kebaikan. Akhirnya, Abu Bakr menerima usul itu dan berkata:

“Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar.” (HR. Bukhari).

2. Bersahabat dengan Orang Shalih

Salah satu rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada orang muslim adalah dengan dikelilingi oleh sahabat yang shalih. Mereka akan menasehati dan mengingatkan kekeliruan yang telah dilakukan semata-mata agar bisa Bersama dalam kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa.” (HR Bukhari).

Karena itu, betapa pentingnya sosok sahabat yang shalih sebagai media untuk saling mengingatkan dan menasihati. Karena selain dapata melakukan muhasabah diri sendiri, sahabat tentu akan memberi dukungan saat diperlukan.

Rasulullah SAW bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi diri seorang pemimpin/pejabat, maka Allah akan memberinya seorang pendamping/pembantu yang jujur yang akan mengingatkan jika dirinya lalai dan akan membantu jika dirinya ingat.” (HR Abu Dawud).

Para pembaca yang dirahmati Allah subahanallah ta’la, semoga artikel yang singkat ini bisa bermnfaat bagi para pembaca sekalian. Dapat menjadi washilah untuk kita menjadi penguat iman. Aamiin. *Musyrifah SMAIT Al Uswah Tuban


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah CentreWhatsApp
Dsu Al UswahWhatsApp