0

Kisah di bawah ini adalah sebuah kisah mengharukan tentang persahabatan sejati untuk mengingatkan kita semua tentang begitu indahnya ukhuwah atau persahabatan di jalan Allah. Tentang indahnya saling mencintai karenaNya, dan begitu berharganya sebuah ukhuwah titipannya ini.

Umar bin Khattab

Kisah ini merupakan sebuah kisah yang pernah terjadi dari tokoh yang bernama Umar bin Khathab ra. Umar pernah mengatakan, “Orang yang kusukai di antara kalian adalah dia yang memberitahuku atas kesalahan-kesalahanku.”. Di antara keistimewaan Umar adalah mau mengakui kesalahannya sendiri tanpa merasa rendah diri. Dia pun tidak sungkan menyesali kesalahannya walau di hadapan orang banyak.

Dari kisah tersebut, ada hikmah besar yang perlu kita ambil dan teladani, yaitu sikap saling mengingatkan. Jika kita tersakiti atau dikecewakan oleh saudara kita, sedang saudara kita itu tidak tahu bahwa dia telah menyakiti kita, ingatkanlah dengan cara yg ahsan. Namun, sebelum kita mengingatkan saudara kita, berikan pemahaman pada diri kita sendiri, maafkanlah saudara kita itu. Carilah seribu alasan untuk memaafkannya, sebelum dia meminta maaf kepada kita.

Ibaratnya sebuah batu yang akhirnya bisa hancur juga terkena tetesan-tetesan air. Begitu pun dengan keegoisan kita, yang pasti bisa hancur dan luluh juga dengan cinta. Jika memang keegoisan kita tetap kokoh walau dihujani seribu cinta, maka tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah hati dan jiwa kita masih hidup dengan baik atau tidak.

Umar bin Khattab dan Abu Bakar

Diriwayatkan oleh Abu Umamah. Pernah suatu ketika Abu Bakar melakukan kesalahan terhadap Umar, Umar pun marah dan hendak pergi. Namun Abu Bakar menarik ujung bajunya dan meminta maaf, “maafkanlah kesalahanku, Umar….maafkanlah aku…dan semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.” Umar masuk rumahnya dan menutup pintu, sedangkan Abu Bakar dibiarkan di luar dan tidak diajak bicara. Selang beberapa waktu, sampailah berita ini ke telinga Rasulullah. Beliau tidak terima Abu Bakar diperlakukan seperti itu.

Ketika datang shalat dzuhur, Umar mendatangi Rasulullah dan duduk di hadapannya, tetapi Rasulullah memalingkan wajah dari Umar. Umar pun bergeser ke sebelah kanan agar bisa berhadapan dengan Rasulullah, tetapi lagi-lagi manusia mulia ini memalingkan wajahnya dari Umar. Ketika Umar merasa ada yang tidak biasa dari sikap Rasulullah, dia menjadi gemetar dan menangis kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, aku lihat engkau berpaling dariku, padahal dari dulu engkau tidak pernah melakukan ini padaku. Mungkin ada perkataan atau perbuatanku yang tidak berkenan di hatimu sehingga membuatmu marah kepadaku, sungguh tidak beruntung aku hidup di dunia jika sampai menyakitimu wahai Rasulullah.”

Rasulullah menanggapi Umar, “Apakah engkau mengatakan sesuatu kepada Abu Bakar hingga kemudian Abu Bakar meminta maaf tapi engkau tidak menggubrisnya?” Setelah berkata demikian, Rasulullah berdiri dan menghadap sahabat-sahabatnya yang lain, “Ketahuilah oleh kalian semua, ketika pertama kali aku diutus Alloh kepada kalian, kalian mengatakan, ‘Engkau pembohong’ tapi sahabatku ini (Abu Bakar maksudnya) mengatakan ‘Engkau benar’. Apakah kalian akan meninggalkan dan membiarkan sahabatku ini?”

Umar pun berdiri sambil berkata, “Wahai Rasulullah, aku rela Allah sebagai Tuhanku, aku rela Islam sebagai agamaku, dan aku rela Muhammad sebagai utusan Allah.”. Abu Bakar pun berdiri dan mengatakan , “Saya yang salah wahai Rasulullah, saya lah yang memulai masalah tersebut”. Umar mendekati Abu Bakar dan meminta maaf, “maafkanlah aku…semoga Allah mengampuni dosamu.” Abu Bakar menjawab, “Semoga Allah mengampunimu.”

Hikmah ukhuwah sejati dari Rasulullah dan para sahabat

Demikianlah, rasa kecewa yang sedih dirasakan oleh Rasulullah ketika dua sahabat yang dicintainya saling berseteru. Dan begitu pun kedua sahabat Rasulullah, sangat menyesal telah melukai dan menyakiti hati Rasulullah. Sekarang, apakah kita akan menyakiti hati Rasulullah lagi, membuat beliau sedih dan kecewa, bahkan marah karena keegoisan kita hingga menyebabkan ukhuwah yang indah ini harus rapuh? Ukhuwah ini adalah titipan dari Allah kepada kita, agar kita menjaganya, merawatnya, dan mempertanggungjawabkannya kelak di akhirat.

Ukhuwah ini terlalu berharga jika dikotori oleh keegoisan-keegoisan kita, su’udzon-su’udzon kita, sikap kekanak-kanakan kita, dan keangkuhan kita. Kita telah dipertemukan di sini oleh Allah, diikatkan oleh tali ukhuwah yang begitu suci, serta dinaungi oleh iman dan cinta kepadanya. Kekuatan ukhuwah mampu menciptakan kedamaian, mampu menghancurkan kedzoliman dan kebathilan di muka bumi ini. Ukhuwah hidup kerana cinta di dalamnya, ukhuwah suci karena hati-hati yang tulus di dalamnya.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah CentreWhatsApp
Dsu Al UswahWhatsApp
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format