0

Aspek psikologis kerap menjadi bagian penting untuk diperhatikan dalam menghadapi dampak bencana. Baik bencana dalam skala kecil maupun besar. Kondisi psikologis para korban itu sendiri. Sebab, bencana tidak hanya menyebabkan luka secara fisik, tetapi juga secara emosional.

Menurut sebuah penelitian, korban terdampak bencana berpotensi mengalami kecemasan, depresi, dan trauma. Oleh karena itu, melakukan pertolongan pertama pada psikologis (Psychological First Aid) korban merupakan sebuah usaha yang perlu diperhatikan untuk menghadapi dampak buruk bencana alam.

Sahabat Al Uswah yang berbahagia, dampak dari gangguan trauma itu sendiri tentu bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat. Berikut beberapa di antaranya yang kerap terjadi:

– Biasanya selalu merasa cemas dan sangat mengganggu,

– Sering terbayang-bayang dengan peristiwa bencana,

– Sulit tidur sehingga ada yang mimpi buruk,

– Kondisi fisik penderita menjadi siaga ketika mereka mengingat ataupun memikirkan trauma yang dialami.

Gejala psikis seperti demikian tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Para korban harus dibantu agar pulih kondisi psikologisnya dari pengalaman traumatis melalui pemulihan trauma (trauma healing).

Gangguan PTSD pada korban bencana muncul setelah 1 bulan, sedangkan gangguan trauma yang muncul kurang dari 1 bulan disebut Acute Stress Disorder (ASD). Biasanya korban yang mengalami ASD dapat pulih kembali dari gangguan trauma sehingga hanya memerlukan dukungan psikososial.

Sedangkan gangguan PTSD memerlukan penanganan khusus, seperti terapi psikis dengan intervensi khusus dan jika sangat mengganggu dapat dipertimbangkan pemberian obat-obatan.

Mengutip di skata.info, lalu bila kita didekat mereka, apa saja kira-kira yang bisa kita lakukan untuk memulihkan kondisi tersebut.

  1. Meminimalkan paparan media yang memberitakan tentang bencana atau peristiwa tersebut
  2. Menghindarkan mereka dari tempat-tempat dimana kejadian mengerikan itu berlangsung
  3. Memberikan dukungan, kita perlu menunjukkan bahwa kita peduli dan berempati terhadap kondisi korban.
  4. Memberikan donasi dalam bentuk pangan, sandang, dan papan.
  5. Mengajak para korban untuk bermain dan bersenda gurau, hal ini dapat meringankan tekanan traumatis yang dialami korban
  6. Melakukan kegiatan bersama-sama seperti memasak di dapur umum
  7. Menjadi pendengar cerita para korban, bila mereka siap menceritakan musibah yang dialaminya.

Secara moral, dukungan psikososial ditujukan untuk melepaskan korban dari perasaan ketakutan yang dialaminya, bukannya bertujuan untuk melupakan peristiwa pahit tersebut. Dan kegiatan yang dilakukan bersama-sama memberikan efek psikologis yang kuat kepada korban yang menandakan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi peristiwa ini. (Admin/ed)


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah Centre