0

Oleh: Juwita Kridha Wicaksini, S.S.

Wahai ‘Amr, sebaik-baik harta yang saleh, adalah yang ada di tangan orang saleh…” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dari hadist di atas, betapa Rasulullah itu memandang mulia harta jika ada di ‘genggaman’ si saleh. Ingat ya, di tangan orang yang saleh, bukan orang yang kaya. Setiap harta di tangannya akan bermanfaat, berkah dan berkali lipat nilai kebaikannya.

Mari kita lihat doa sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq RA “ Ya Allah jadikan dunia di tanganku dan jadikan akhirat di hatiku”.

Dari doa tersebut, mengajarkan bahwa ‘tangan’ bermakna ‘pengelolaan’. Abu Bakar tidak ingin dunia masuk ke dalam hatinya. Ia ingin dunia ada di dalam genggamannya, dalam kuasanya dan dalam pengelolaannya. Ia tahu, kekayaan yang ditimbun, sebanyak apapun tidak pernah memuliakan pemiliknya, kecuali bila dialirkan ke jalan Allah dalam bentuk zakat, wakaf dan sedekah.

Coba kita tilik satu lagi kisah, tentang Salman Al Farisi yang pandai menganyam. Dari kepandaian itu, dia menjual hasil anyamannya. Yang menarik, dari modal 1 dirham dia akan menjualnya seharga 3 dirham. Hasil penjualannya dibagi 3, satu dirham untuk kebutuhan sehari itu, satu dirham lagi untuk modal esok hari, satu dirham sisanya untuk disedekahkan. Pemikiran dan pengelolaan yang cerdas, bukan?

Begitu simpel hidup seorang Salman. Dan yang mencengangkan. Gajinya sebagai Gubernur selalu dimasukkan Baitul Maal untuk kepentingan masyarakat. Dan rakyat Palestina pun tercengang melihat Gubernurnya.

Semua gambaran 2 kisah orang-orang shalih kita bisa mengambil kesimpulan bahwa benar adanya harta yang saleh ada di tangan orang-orang yang shalih. Bagaimana dengan kita? Semoga terinspirasi. *Kabid Amal dan Usaha Al Uswah Tuban


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah CentreWhatsApp
Dsu Al UswahWhatsApp