0

Oleh: Masruhin, M.A.*

Musim hujan telah tiba. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir dimana-mana. Khususnya di  dataran rendah dan daerah yang belum terkelola dengan baik terkait pencegahan banjir.

Apakah banjir-banjir tersebut dapat dicegah? Tentunya bisa dicegah dan diantisipasi. Adanya banjir tentu ada sebabnya. Analogi sederhananya seperti air kamar mandi kita yang meluap karena ada sumbatan di saluran pembuangannya. Sumbatan tersebut bisa berupa kotoran atau sampah. Akhirnya terjadilah banjir lokal.

Nah, banjir-banjir yang ada disekitar kita, selain faktor alam juga karena disebabkan ulah manusia. Penyebab inilah yang harus diperbaiki. Penyebab inilah yang harus diatasi. Sehingga banjir akan berkurang atau bahkan hilang.

Ada lima cara mencegah banjir yang bisa dilakukan oleh kita. Sederhana tetapi akan berefek luar biasa jika kita bersama-sama melakukannya. Lima cara itu adalah:

Buanglah sampah pada tempatnya

Saluran air apapun namanya tidak boleh tersumbat. Entah itu selokan, sungai, gorong-gorong, atau kalen, bukanlah tempat sampah. Sampah yang dibuang sembarangan akan terbawa ke saluran-saluran air. Dalam jumlah yang banyak akan menyumbat saluran air. Jika tersumbat oleh sampah, akibatnya air akan meluap ke jalan-jalan, menggenang di  halaman, bahkan menenggelamkan rumah-rumah kita. So, jangan buang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya.

Membersihkan saluran air

Sebelum musim hujan tiba sebaiknya mulai membersihkan saluran air. Minimal saluran air yang ada di sekitar kita. Membuang sampah-sampah yang berpotensi menyumbat aliran air. Jika sampah menumpuk banyak bisa dibersihkan bersama-sama secara gotong royong.

Menanam pohon dan melakukan reboisasi

Kita tahu bahwa akar pohon selain dapat menahan terjadinya tanah longsor, akar pohon juga dapat menyerap dan menyimpan air hujan ke tanah. Sehingga curah hujan yang tinggi dapat terkurangi karena sudah terserap oleh pohon-pohon. Tidak heran jika Pulau Kalimantan beberapa waktu yang lalu terjadi kebanjiran, tersebab sebagian hutan di Kalimantan telah gundul. So, lakukan penanaman pohon kembali setelah dilakukan penebangan pohon. Sehingga tidak ada lahan-lahan yang gundul karena penebangan secara liar. Mari kita lestarikan alam dengan menjaga hutan di sekitar kita.

Membuat resapan air

Selain menanam pohon, untuk mencegah banjir adalah dengan membuat sumur resapan dan biopori. Dengan memperbanyak sumur resapan dan biopori, air hujan akan lebih cepat meresap ke dalam tanah. Jika di setiap rumah memiliki sumur resapan dan biopori, tentu akan menjadi solusi mencegah terjadinya banjir.

Hindari membangun rumah di pinggiran sungai

Yang terakhir adalah hindari membangun rumah di tepian sungai. Selain membahayakan penghuninya jika sewaktu-waktu air sungai meluap, juga dapat mengurangi keindahan tata kota. Banyaknya rumah penduduk di pinggiran sungai juga menjadi penyebab bertambahnya tumpukan sampah di sungai, yang berpotensi menyumbat sungai dan penyebab banjir.

Demikian lima cara sederhana mencegah terjadinya banjir. Dikatakan sederhana karena masing-masing dari kita bisa memulainya dari diri sendiri. Tidak harus menunggu banyak orang. Dengan kesadaran dan kepedulian dari diri sendiri terhadap pelestarian lingkungan, banjir akan dapat dicegah sejak dini. *Kepala SMAIT Al Uswah Tuban


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this
Chat
Hallo Sahabat Al Uswah
Admin ChatAl Uswah CentreWhatsApp
Dsu Al UswahWhatsApp