0

Keluarga merupakan bagian terpenting dalam kehidupan kita. Keluargalah tempat singgah ternyaman kehidupan. Setiap orang pasti mendambakan memiliki keluarga bahagia, humanis,  dan harmonis. Terlepas dari setiap keluarga ada masalah di dalamnya. Namun, bagaimana menyikapi setiap masalah dengan terbuka dan bijaksana.

Rumah tangga yang bahagia dambaan setiap pasangan yang sudah menikah. Dalam mencapai rumah tangga yang bahagia tentu tidak dapat terjadi tanpa adanya proses dan pembelajaran dari masing-masing pasangan. Perlu belajar dan usaha keras untuk meraihnya. Hal ini dikarenakan kebahagiaan dalam rumah tangga bukanlah sebagai hasil yang tiba-tiba melainkan tahapan yang membutuhkan jatuh bangunnya usaha.

Dalam momen ini, Griya Qur’an DSU Tuban sadar dan memfasilitasi taklim keluarga besar Asy Syifa’. Acara rutin yang diselenggarakan di Griya Qur’an Asy Syifa’ di Perumahan Karang Indah BJ Nomor 24 Tuban ini menjadi buktinya. DSU Tuban terus berupaya peningkatan sumber daya manusia di Bumi Wali.

Ustaz Alfi saat menyampaikan tausiahnya (Foto: DSU/2020)

Kajian ini diikuti sekitar 70 orang yang mayoritas ibu-ibu. Acara yang bertemakan “Rumah Tangga Idaman dengan Al-Qur’an dan Cinta” ini berlangsung pada Hari Kamis, (12/3) pagi-siang.  Konsep acara ini dengan kajian dan diskusi. Hal yang penting dimiliki oleh peserta dalam kegiatan ini, yakni paradigma baru dalam mengelola keluarga dengan berbagai macam kegiatan islami yang edukatif.

Peserta taklim keluarga besar Asy Syifa' (Foto: DSU/2020)

Tidak ada orang yang menginginkan kegagalan dalam kehidupan berumah tangga. Setiap orang pasti berupaya untuk mencapai keharmonisan. Kenyamanan di keluarganya. Sebab keluarga adalah kunci utama kebahagiaan seseorang.

Flyer resmi acara Taklim Keluarga Asy Syifa' (Sumber: DSU/2020)

Dalam kajiannya Ustaz M. Alfi Fahdli menyampaikan bahwa keluarga tidak hanya bergantung pada materiil. Keluarga bahagia menurut islam adalah sebuah keluarga yang berjalan sesuai dengan akidah, nilai-nilai luhur, dan syariat agama, sehingga tercapai kehidupan yang barokah, sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Ia berharap bawa peserta mampu memahami konsep keluarga idaman dengan Al-Qur’an dan cinta dan bisa mengaplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga lainya.




Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this